Bagaimana Membuat Blog yang Memuaskan Pembaca

Posted by Fredi Batauga 23/09/2016 0 komentar
Pada umumnya, blog dibuat untuk tujuan menyampaian sesuatu ke publik baik berupa informasi maupun pengetahuan. Inilah tujuan utama dibuatnya sebuah blog. Dengan keberadaannya yang berisi artikel dengan tema tertentu, sangat memudahkan seseorang untuk mencari informasi atau pengetahuan melalui internet. Sehingga, artikel yang dibuat harus mampu memberikan informasi yang bermanfaat. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membuat blog yang memuaskan pembaca adalah sebagai berikut.

1. Kualitas Artikel Terjamin

Merupakan suatu keharusan bagi setiap penulis memperhatikan hal ini. Artikel yang berkualitas akan dapat membuat para pembaca puas dengan artikelnya. Sebuah artikel yang berkualitas menjamin isinya terhindar dari plagiat, sebisa mungkin menyertakan sumber kutipan baik yang diperoleh dari buku maupun dari sumber yang lain. Hindari membahas sesuatu yang kita tidak ahli dalam bidang itu sehingga isi artikel terhindar dari kadar subjektifitas penulis. Isi artikel harus benar dan terpercaya. Jika tidak, pembaca tidak akan membaca artikel kita di internet karena tidak dipercayai. Selain itu, artikel juga harus memudahkan pembaca dalam memahami isinya serta selengkap mungkin dalam membahasnya sesuai dengan judul artikel agar pembaca tidak perlu lagi mencari artikel dengan judul yang sama pada blog lainnya. Jika kita mampu menulis artikel sehingga pembaca tidak perlu lagi mencari artikel dengan judul yang sama, artinya pasti kita sudah memuaskan pembaca.

2. Memudahkan Pembaca Mengakses Blog

Walaupun artikel kita berkualitas, tidak akan memuaskan pembaca apabila blog kita sulit untuk diakses. Sehingga, pembaca yang baru saja mengklik link judul artikel, tetapi karena lambat maka ia memilih kembali atau batal untuk membacanya. Kesulitan itu misalnya diakibatkan karena blog terlalu berat untuk diakses sehingga lambat loading atau kebanyakan berisi gambar dan iklan. Blog yang seperti ini tidak akan disukai oleh pembaca. Blog yang dapat memuaskan pembaca adalah ringan, jelas tata letaknya sehingga pembaca dapat mengenali bagian-bagian yang ada pada blog tersebut agar memudahkan mengotak atik artikel yang ada pada blog tersebut, misalnya, membuat daftar isi artikel berdasarkan label tertentu. Jika perlu tampilan blog harus responsive untuk semua perangkat penjelajah internet (browser). Jadi jika blognya ringan namun tatap keren tampilannya, tata letaknya tertata dengan baik, dan dapat diakses semua perangkat maka kita sudah dapat memuaskan pembaca.

Memperbanyak Artikel yang Berkualitas

Setelah mampu menulis artikel yang berkualitas dan mendesain blog yang mudah diakses untuk semua perangkat, maka hal terakhir yang dilakukan adalah memperbanyak artikel yang berkualitas. Periksalah kembali setiap artikel, buang artikel yang tidak berhubungan dengan tema blog dan kurang berkualitas atau jika tidak, lakukan pengeditan setiap saat untuk meningkatkan kualitas tulisan, dan usahakan setiap artikel saling terhubung dengan sebuah link internal untuk artikel yang saling terkait. Misalnya, menyertakan artikel yang berkaitan dengan label yang sama sehingga di setiap kali pembaca membaca sebuah judul artikel, ia disuguhkan lagi judul artikel yang terkait yang mungkin menarik pembaca untuk membacanya.

Ke tiga hal di atas, tidak akan tercapai apabila penulis blog tidak memiliki kemampuan menulis yang baik sesuai dengan kaidah penulisan yang baku. Sehingga disarankan bagi penulis blog untuk melatih kemampuan menyajikan tulisan dalam suatu karangan. Seorang penulis harus mampu membuat kalimat yang baik dan benar, serta mampu menyusun paragraf yang utuh dan saling berkaitan antara satu paragraf dengan paragraf yang lain dalam satu karangan agar informasi atau pengetahuan yang ingin disampaikan dapat tercapai. Selain itu, hal yang harus dimiliki penulis adalah kemampuan dalam mengelolah blog. Misalnya, mengetahui pengeditan blog menggunakan bahasa HTML, php, dan sebagainya. Untuk itu, seorang penulis harus lebih banyak membaca dan berlatih daripada pembaca.

Akhiru kalam, semoga pembahasan tentang Bagaimana Membuat Blog yang Memuaskan Pembaca dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Selengkapnya...

Definisi Fungsi dan Notasi Fungsi

Posted by Fredi Batauga 19/09/2016 0 komentar
Tidak sedikit mahasiswa yang tidak memahami konsep fungsi. Akibatnya, ia gagal faham dan kesulitan dalam memahami konsep kalkulus. Semua bahasan dalam kalkulus tidak terlepas dari yang namanya fungsi, yakni limit fungsi, turunan fungsi, dan integral fungsi baik fungsi aljabar maupun fungsi transenden. Fungsi yang dibicarakan adalah fungsi real yaitu fungsi yang memetakan bilangan real ke bilangan real.

Fokus dalam memahami konsep kalkulus adalah fokus dalam pembelajaran kalkulus. Ridgon dalam pengantar buku kalkulus mengatakan bahwa fokus buku kalkulus tersebut ditulis adalah fokus pada pemahaman konsep kalkulus. Sehingga, penting memahami konsep dari fungsi yang merupakan materi pra-syarat mempelajari kalkulus. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan fungsi? Ketika merekontruksi rumus integral rienman yang digunakan adalah konsep fungsi untuk menentukan luas daerah di bawah kurva. Sangat penting menguasai dasar-dasar sebelum masuk pada matakuliah kalkulus bukan? Untuk itu, marilah mencermati masalah berikut ini yang merupakan sebuah masalah dalam kehidupan sehari-hari yang semoga dapat memudahkan kita untuk memahami konsep fungsi.

Misalkan A himpunan usaha yaitu A={$w_1, w_2, ..., w_n$} dan B={sukses, gagal}. Adakah hubungan antara himpunan A ke himpunan B? Suatu usaha hanya memiliki dua kemungkinan hasil yaitu sukses atau gagal. Hasil yang dicapai merupakan relasi dari himpunan A ke himpunan B. Karena setiap usaha yang dilakukan hanya ada satu hasil, sukses ataukah gagal (tidak mungkin keduanya), maka relasi "hasil yang dicapai" dari himpunan A ke B merupakan suatu fungsi, mengapa? Untuk menjawabnya , berikut ini diberikan pengertian fungsi.

Pengertian Fungsi

Fungsi adalah suatu relasi yang memetakan untuk setiap himpunan X hanya sekali ke himpunan Y. Pemetaan itu disajikan dengan lambang sebagai berikut.

$f: X \rightarrow Y$

Himpunan X disebut daerah asal fungsi atau domain f (dom f) dan Y disebut daerah kawan atau daerah hasil fungsi atau kodomain (kod f). Jika $x \in X $, maka $y \in Y$ yang berelasi dengan elemen x disebut bayangan (atau peta) dari x oleh f, atau nilai dari fungsi f di x dan dilambangkan dengan y=f(x). Jadi jika b adalah bayangan a oleh f ditulis b=f(a) atau dengan kata lain nilai dari fungsi f di a adalah f(a)=b. Adapaun range (daerah hasil) dari f adalah himpunan bagian dari himpunan Y yang merupakan bayangan dari setiap anggota di himpuana X oleh f. Jadi dapat dituliskan dengan, rangge (f)={$ y \in Y$ : $y=f(x) \forall x \in X$}. Dalam istilah lain, $x \in X$ disebut variabel bebas dan $y \in Y$ disebut variabel tak bebas.

Definisi Fungsi Formal

Misalnya $f: X \rightarrow Y$, f adalah fungsi jika dan hanya jika $\forall x_1, x_2 \in X$, $x_1=x_2 \Rightarrow f(x_1)=f(x_2)$.

Definisi ini sama artinya dengan definisi yang diberikan sebelumnya. Definisi ini digunakan untuk mengecek apakah suatu relasi adalah suatu fungsi. Sangat dianjurkan untuk menghapal dan memahaminya karena banyak digunakan nantinya.

Notasi Fungsi

Untuk memberikan nama fungsi dipakai sebuah huruf tunggal seperti f (atau g atau F). Oleh karena itu, f(x) dibaca "f dari x" atau "f pada x" menunjukkan nilai yang diberikan oleh f kepada x. Jadi jika $f(x)=x^3-4$ maka $f(1)=1^3 -4=-3$.

Setelah memahami apa itu fungsi diharapkan kita dapat mengklasifikasi apa-apa saja yang termasuk fungsi dari berbagai relasi antara dua himpunan baik dalam pembelajaran matematika maupun di luar pembelajaran matematika, misalkan di dalam kehidupan sehari-hari seperti contoh sebelumnya di atas.

Untuk memhami konsep fungsi kalian tentu harus memahami konsep relasi antara dua himpunan dan konsep himpunan itu sendiri. Untuk memahami kesemua ini, kita harus benar-benar menguasai konsep logika matematika. Inilah yang belakangan ini disebut landasan matematika yaitu logika matematika, himpunan, relasi, dan fungsi.

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya...

Desimal, Kalkulator, dan Penaksiran

Posted by Fredi Batauga 14/09/2016 0 komentar
Kita telah membahas bilangan real adalah objek dari kalkulus. Tentu memahami refresentasi bilangan real akan mencerahkan dalam kuliah kalkulus kita. Kali ini kita akan membahas desimal, kalkulator, dan penaksiran.

Bilangan Desimal.

Sebarang bilangan rasional dapat dituliskan sebagai suatu desimal. Karena hasil bagi dua bilangan bulat akan diperoleh suatu desimal. Misalnya, 3/8=0,375. Bilangan-bilangan tak-rasional ternyata dapat juga dinyatakan dalam bentuk desimal. Contohnya adalah akar 2=1,4142135623... . Apakah yang membedakan dari keduanya?

Bilangan Rasional atau Tak-Rasional?

Apabila bilangan desimal itu berakhir maka pasti ia bilangan rasional. Contohnya 0,375 yang merupakan hasil dari 8 dibagi 3. Namun, apabila bentuk desimalnya tak berakhir maka ada dua kasus yang harus diperhatikan, yaitu apakah ia berulang atau tak berulang.

0,375 sebenarnya dapat dinyatakan sebagai desimal berulang yakni 0,375000... . Jadi, setiap bilangan rasional dapat dituliskan sebagai suatu desimal berulang. Pertanyaannya, apakah setiap bilangan desimal berulang adalah bilangan rasional? Jawabannya ialah benar. Perhatikanlah contoh berikut ini!

Tunjukkan bahwa x=0,136136... merupakan bilangan rasional!

Peny: Kita kurangkan x dari 1000x kemudian selesaikan untuk x diperoleh:
(1000x-x)=(136,136136...) - (0,136136...)
<=> 999x=136
<=> x=136/999 (Terbukti)

Adapun bilangan tak-rasional merupakan anti dari bilangan rasional sehingga bilangan yang tak berulang bukan merupakan bilangan rasional. Contohnya 0,101001000100001... bukan merupakan bilangan rasional karena tidak berulang menurut suatu daur yang tetap seperti pada 0,136136136... . Sudah jelaskan perbedaannya?

Kalkulator dan Penaksiran

Kalkulator sangat penting dimiliki dalam kuliah kalkulus. Yakinkan untuk memperoleh model ilmiah (dengan sinus, kosinus, dan logaritma). Jika mampu, kami rekomendasikan versi grafik karena akan banyak dijumpai penggunaan kalkulator dalam penyelesaian soal-soal kalkulus. Lakukan perhitungan yang mudah tanpa memakai kalkulator, khususnya jika dapat menghasilkan jawaban yang sebenarnya. Namun, dalam perhitungan yang rumit dianjurkan penggunaan kalkulator tetapi dengan cara yang benar.

Dalam menghadapi suatu soal hitungan yang rumit, mahasiswa yang ceroboh akan dengan gembira menekan sedikit tombol kalkulator dan melaporkan jawaban, tanpa menyadari bahwa tanda kurung yang hilang atau jari yang terlewat telah merusak jawaban secara total. Mahasiswa yang teliti dengan kepekaan bilangan akan menekan tombol-tombol yang sama, segera mengenali jawaban menyimpang (terlalu besar atau terlalu kecil) dan menghitung ulang secara benar. Sehingga, penting untuk mengetahui bagaimana membuat taksiran dalam hati untuk mengetahui jawaban yang diharapkan.

Baca Selengkapnya...

Gak Mengapa Dijuluki Budak Matematika

Posted by Fredi Batauga 05/01/2016 0 komentar
Perna dijuluki sebagai "Budak Matematika"? Apakah sih budak matematika itu? Tentu yang lebih tahu maksudnya adalah orang yang mengatakan hal itu kepada saya, mungkin karena kadang persoalan-persoalan dalam kehidupan kutampilkan menggunakan bahasa matematika di situs media sosial yang saya punya. Saya memandang Matematika sebagai bahasa yang dapat digunakan untuk menjelaskan sesuatu seperti sebuah perumpamaan yang tidak merubah makna arti dari sesuatu yang saya ingin jelaskan. Dari mulai persoalan cinta hingga pernikahan serta hal-hal yang saya anggap menarik dimodelkan dalam matematika. Misalkan syarat cukup untuk menikah adalah syarat sahnya suatu pernikahan ada pun pestanya adalah syarat perlu untuk menikah.  Hehe

Menjadi Budak Matematika dalam hal menggunakan nalar seluas-luasnya itu hal yang baik dalam memuaskan akal, karena ada banyak orang yang salah menggunakan/mengedepankan akalnya dalam beragama. Padahal agama ini dibangun berdasarkan wahyu yang diwahyukan.

Shahabat ‘Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu telah berkata: “Kalaulah agama ini tolok ukurnya adalah akal, niscaya bagian bawah khuf lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya.” (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya no. 162, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani). 

Dalam hal ini menjelaskan bahwa mengusap sepatu itu dibagian atasnya bukan di bagian alasanya pada waktu berwudhu dengan menggunakan sepatu. Padahal secara akal mungkin kita akan bertanya, mengapa tidak pada bagian bawah sepatu juga.

Kesimpulan dari julukan itu kepada seseorang, mudah-mudahan kita hanya diperbudak matematika dalam bernalar bukan diperbudak akal dalam beragama. Karena agama ini bukan berdasarkan hawa nafsu melainkan wahyu yang diwahyukan. Aamiin, Wallahu'alam.

Baca Selengkapnya...

Teorema-Teorema Grup

Posted by Fredi Batauga 31/12/2015 0 komentar
Setelah memahami definisi Grup dan membuktikan suatu himpunan dan operasinya apakah grup atau tidak, sekarang marilah perhatikan teorema-teorema berikut.

Teorema 1
Jika (G,*) adalah suatu Grup maka berlaku :

i) $(a^{-1})^{-1}=a$ untuk setiap $a \in G$

ii) $(a*b)^{-1}=b^{-1}*a^{-1}$ untuk setiap $a, b \in G$

Sebelum kita buktikan, fahami dululah maksudnya. Contoh Misal kita punya himpunan bilangan bulat (Z) anggotanya { . . . , -3, -2, -1, 0 , 1, 2, 3, . . .} telah dibuktikan pada tulisan sebelumnya bilangan bulat dengan operasi penjumlahan biasa (+) membentuk grup kita tulis aja (Z,+) . Sekarang karena (Z,+) grup maka berdasarkan Teorema 1 pasti sebarang anggota a di Z berlaku $(a^{-1})^{-1}=a$. Contoh a=3 invers penjumlahan dari a=3 adalah $a^{-1}=-3$ sekarang kita lihat bahwa $(a^{-1})^{-1}=3$ karena invers penjumlahan dari -3 adalah 3.

Untuk yang bagian ii) kita coba misal a=3 dan b=4 maka $(a+b)^{-1}=-b+(-a)=-4+(-3)=-7$. Ternyata benar ya invers penjumlahan dari (3+4) adalah -7.

Catatan: $a^{-1}=-a$ karena operasi yang kita gunakan adalah operasi + biasa. Kalau operasi yang kita gunakan adalah perkalian biasa (x) maka $a^{-1}=1/a$. Kalau belum faham, fahami definisi grup dulu hehe.

Bukti Teorema 1

i) Karena (G, *) Grup maka perhatikan: $(a^{-1})^{-1}*a^{-1}=e$ dan pada sisi lainnya $a*a^{-1}=e$, dari sini kita simpulkan $(a^{-1})^{-1}=a$.

ii Karena (G,*) grup maka:
1) $(a*b)^{-1}*(a*b)=e$ dan
2) $(b^{-1}*a^{-1})*(a*b)=b^{-1}*(a^{-1}*a)*b=b^{-1}*e*b=(b^{-1}*e)*b=b^{-1}*b=e$. Jadi berdasarkan 1) dan 2) $(a*b)^{-1}=b^{-1}*a^{-1}$

Pada tulisan selanjutkan akan kita bahas hukum pencoretan kiri/kanan dan ketunggalan solusi. Ditungguh ya hehe

Baca Selengkapnya...
Copyright of Matematika Ku Bisa. HALAMAN UTAMA

Google+ Followers

Google+ Badge